Google Play Music Mati Dibunuh Youtube

Dalam dunia streaming musik telah banyak dikenal layanan seperti Joox, dan Spotify yang telah merajai pasar saat ini. Salah satu perusahaan raksasa Google juga memiliki layanan serupa yang bernama Google Play Music. Bagi kalian yang memiliki smartphone tipe android yang tersematkan aplikasi bawaan Google, maka Google Play Music akan secara otomatis terinstal dalam gawai anda. Meski dimiliki oleh perusahaan raksasa bukan berarti menjadi jaminan tingkat pengguna dan popularitas. Terbukti secara ranking popularitas aplikasi ini kalah bersaing dengan Apple Music, Spotify, Deezer, Amazon Music.

Kekurangan popularitas bukan berarti dibenci oleh pengguna, dengan fiturnya yang bisa memutar musik mp3 yang tersimpan dalam internal memori sangat dicintai oleh para penggunanya, dimana sudah mulai jarang aplikasi streaming yang memiliki fitur ini. Sayangnya Google Play Music harus rela “dimatikan” setelah 9 tahun lamanya berkecimpung didunia aplikasi musik. Kabar ini ramai digaungkan oleh para pengguna setia aplikasi yang lahir 10 Mei 2011 ini, dimana banyak forum yang melaporkan mulai matinya satu per satu fiturnya hingga website resminya. Hal ini telah dikonfirmasi oleh Google secara resmi dalam laman support mereka. Pada bulan Agustus fitur untuk mengakses Music Store dan Upload musik melalui Music Manager akan dimatikan, setelah itu pada bulan september beberapa pengguna akan tidak bisa mengakses lagi Google Play Music, dan pada bulan Desember Google Play Music tidak akan dapat diakses oleh semua penggunanya.

Keputusan Google untuk membunuh Google Play Music dikarenakan banyak faktor terutama karena Youtube. Dalam besaran pengguna yang didapatkan antara Goole Play Music melawan Youtube memiliki kesenjangan yang cukup besar dimana Youtube dapat menarik keuntungan hingga 15 milliar dollar per tahun. Pada 2015 Youtube juga meluncurkan Youtube Music yang sekarang juga sedang gencar mempromosikan diri. Permasalahan utama yang terjadi terhadap Youtube dan Google Play Music bukan hanya pada pendapatan tetapi pada pengeluaran Google terhadap lisensi musik dan video. Awalnya Google perlu bernegosiasi dalam hal lisensi dengan label rekaman untuk digunakan dalam 2 aplikasi yang berbeda. Jadi untuk membeli 2 lisensi pada tiap musik yang dibeli, Google perlu mengeluarkan dana yang tidak sedikit sehingga merupakan keputusan yang masuk akal dalam hal bisnis untuk memilih salah satu aplikasi yang harus ditinggal dan yang harus bertahan.

Apakah kalian salah satu pengguna Google Play Music? Jika iya segeralah mengalihkan playlistmu ke aplikasi lain sebelum bulan Desember. (RR/POS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *